Menelusuri Aroma Cakalang Fufu dan Cerita Kuliner di Jalan Roda

Jalan Roda bukan sekadar pusat warung kopi, melainkan ruang interaksi warga dan denyut nostalgia kuliner khas Kota Manado.

PANDUAN KOTA

8/10/20262 min read

Setiap pagi menjelang matahari terbit di atas Teluk Manado, aroma rempah dan asap kayu manis mulai menyelimuti kawasan Jalan Roda. Lokasi ini telah lama menjadi titik temu warga lokal dari berbagai latar belakang untuk berbincang santai sembari menikmati sajian khas. Menelusuri kawasan ini memberikan pengalaman otentik tentang bagaimana tradisi kuliner Manado terus hidup di tengah modernisasi kota.

Tradisi Pengasapan Cakalang yang Menjaga Kualitas

Proses pembuatan cakalang fufu membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari pemilihan ikan segar hingga pengaturan suhu asap kayu keras. Daging ikan yang diikat bambu dibiarkan mengering perlahan hingga menghasilkan aroma gurih yang khas dan tahan lama. Keahlian ini diwariskan secara turun-temurun oleh para pembuat cakalang di pesisir Sulawesi Utara.

Daya Tarik Sosial di Sudut Kedai Jalan Roda

Di sini, segelas kopi susu hangat kerap ditemani kue baangkuang atau panada yang renyah di luar dan gurih di dalam. Percakapan harian warga mulai dari topik ekonomi hingga kabar terkini mengalir alami tanpa sekat. Tempat ini membuktikan bahwa kuliner bukan sekadar soal rasa, melainkan media perekat kebersamaan warga Manado.

Langkah Praktis Menikmati Kuliner Otentik Manado

Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, sempatkan berkunjung pada pagi hari untuk mendapatkan racikan kopi segar dan sajian yang baru matang. Jangan ragu bertanya kepada penjual tentang sejarah warung mereka untuk mendapatkan rekomendasi hidangan terbaik. Pengalaman sederhana ini akan memperkaya perjalanan Anda di Kota Model.